20 Penyakit dan Makanan yang Harus Dipantang
MAKANAN membuat manusia bertahan hidup.
Namun makanan juga ada yang menjadi musuh jika seseorang menderita
penyakit. Menjauh dari makanan yang dipantangkan adalah langkah
pencegahan agar penyakit yang diderita tak sering-sering kambuh yang
bisa menggangu aktifitas sehari-hari. Berikut adalah jenis penyakit dan
pantangannya, seperti dikutip dari eHow dan BBCNews, healthandage.
1. Jantung
Hindari makanan yang berlemak, seperti daging, jeroan, minyak santan serta makanan yang mengandung banyak garam.
2. Hepatitis A
Hindari
buah-buahan dan sayuran mentah, terutama yang tidak bisa dikupas.
Hindari kerang mentah, tiram, remis, mayones, keju, krim, yogurt dan
hindari makan ikan dari perairan yang berpotensi terkontaminasi.
3. Anemia
Kurangi
konsumsi kafein dan alkohol karena bisa mengikat darah. Makan makanan
yang kaya zat besi seperti apel, pisang, aprikot, plum, asparagus, labu,
ubi rambat, brokoli dan sayuran berdaun hijau, daging merah, tahu dan
biji-bijian.
4. Diabetes
Hindari konsumsi makanan yang
mengandung gula, tepung dan tinggi karbohidat. Juga hindari buah-buahan
seperti durian, air kelapa, pisang ambon.
5. Kanker
Hindari
makanan yang banyak mengandung akrilamida, yang terdapat pada makanan
yang dipanggang dan digoreng seperti kentang goreng, keripik, roti
goreng, biskuit, kerupuk dan sarapan sereal.
6. Liver
Hindari
makanan yang mengandung banyak protein seperti daging, susu,
kacang-kacangan, dan produk kedelai. Juga hindari makanan yang
mengandung banyak garam.
7. Asma
Hindari makanan yang
menyebabkan produksi lendir berlebih seperti susu, keju dan produk susu
lainnya, gula putih, tepung putih, roti putih dan coklat. Hindari juga
makanan yang dapat menyebabkan reaksi alergi seperti telur, susu,
gandum, ikan, kerang, kacang-kacangan, kedelai dan kacang tanah, serta
makanan yang mengandung sulfida seperti acar, sayuran dan buah-buahan
kering, dan udang.
8. Maag
Hindari konsumsi kafein, makanan pedas, daging dan jeroan, minuman berkarbonasi, susu, jeruk, dan tomat.
9. Migrain
Hindari
konsumsi rokok, minuman beralkohol, kopi, cokelat dan produk-produk
cokelat, teh hitam dan hijau dan minuman ringan. Hindari juga makanan
dengan bahan pengawet dan aditif seperti MSG (monosodium glutamat),
kaldu ekstrak, atau produk protein nabati terhidrolisis dengan label
yang menyebutkan "rasa alami".
10. Wasir
Jangan makan makanan
yang bersifat panas dan mengandung lemak (penyebab sembelit) seperti
makanan pedas, daging, jeroan, dan juga junk food. Makanlah makanan yang
mengandung banyak serat, seperti sayuran, roti gandum, buah, sereal,
dan kacang-kacangan.
11. Sinusitis
Hindari makanan yang
digoreng, tepung makanan, gula putih, tepung terigu, beras, pai,
rempah-rempah yang kuat, daging dan produk daging.
12. Autis
Hindari makanan yang mengandung protein gluten seperti gandum, oat, barley, makanan kasein pada susu, pancake, pemanis buatan.
13. Rematik
Hindari
makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging dan produk daging,
kerupuk jengkol, mentega, krim, sosis, daging ham, telur, dan semua
produk susu.
14. Tifus
Hindari makanan berserat tinggi seperti
gandum utuh dan biji-bijian. Juga hindari kacang mete mentah, kubis,
paprika, lobak, bawang putih, bawang merah, rempah, acar, makanan yang
digoreng, daging, semua jenis buah-buahan mentah kecuali pisang dan
pepaya.
15. Malaria
Makanan yang harus dihindari adalah kopi,
teh kental, makanan olahan, saus, bumbu masak, acar, gula, tepung putih,
minuman beralkohol, dan semua produk daging.
16. Keputihan
Hindari makanan yang dapat merangsang lendir seperti nanas, ketimun, telur, dan udang.
17. Osteoporosis
Hindari
makanan berlemak seperti daging, susu, santan, margarin, hotdog,
hamburger, kopi dan minuman berkafein, coklat, dan minuman berkarbonasi.
18. Epilepsi
Hindari
makanan yang mengandung glutamin (asam amino yang dapat menyebabkan
serangan epilepsi) seperti biji-bijian, gandum, oat, susu yang kadar
glutamin tinggi, kacang-kacangan, kedelai, dan produk daging terutama
daging kelinci.
19. Demam Berdarah
Hindari makanan cepat saji
(junk food), makanan berlemak seperti daging, santan, susu tinggi lemak.
Perbanyak konsumsi buah dan air putih.
20. Prostat
Hindari minuman berkafein seperti kopi, makanan pedas, makanan lemak terutama daging merah, dan juga alkohol.
Kamis, 10 November 2011
10 Tanaman Obat dan Khasiatnya
1.Alpukat
Penderita
diabetes sangat disarankan mengkonsumsi buah alpukat. Buah alpukat bisa
dimanfaatkan untuk mengatasi tumit pecah-pecah atau kulit kering dengan
cara diblender dan dijadikan masker. Potongan buah alpukat yang diiris
tipis-tipis mirip lempengan juga bisa digunakan untuk mengatasi mata
lelah dan sembab.
2.Bawang putih
Untuk mengobati Flu dan Batuk. Makan bawang putih sebanyak-banyaknya segera setelah anda merasa sakit. Atau coba resep ini: Hancurkan bawang dan masukkan ke dalam susu dingin di dalam panci, lalu panaskan sekitar 1-2 menit, dan minum hangat-hangat. Bawang putih juga berkhasiat untuk mengobati: kolesterol, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan kanker, terutama kanker perut dan usus besar
3.Cengkeh
Untuk mengatasi muntah-muntah, sakit perut dan sakit tenggorokan adalah dengan menghaluskan cengkeh dan dicampur madu kemudian dimimum. Untuk mengatasi kolera, ambil 4 gram kuntum cengkeh dan 3 gelas air kemudian direbus sampai menjadi setengahnya.Untuk pengobatan asma, ambil 6 kuntum cengkeh dicampur 30 ml air dan sedikit madu, lakukan hal tersebut 3 kali sehari. Untuk mengatasi sakit gigi, sangrai 10 butir cengkeh sampai hangus. Giling sampai halus, masukkan kelubang gigi secukupnya, lalu tutup dengan kapas. Lakukan 2 kali sehari. Cara lain: sumbat gigi yang berlubang dengan kapas yang telah ditetesi minyak cengkeh. Untuk mengatasi sakit telinga, oleskan minyak cengkeh ke telinga yang terasa sakit dengan menggunakan katembat. Untuk mengatasi sakit kepala, campurkan cengkeh, garam dan susu.
4.Daun Dewa
Untuk mengatasi luka terpukul, tak datang haid, pendarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk, dan muntah darah. Seluruh tanaman daun dewa ditumbuk, atau direbus, lalu airnya diminum. Bila anak-anak mengalami kejang beri minum air dari satu batang daun dewa. Bagian daunnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kutil dan tumor. Untuk kutil haluskan daun dan ditempelkan pada bagian yang sakit dan biarkan hingga keesokkan harinya. Untuk mengatasi tumor, silakan makan daun dewa sebagai lalap. Untuk kanker buatlah ramuan dari 30 gram daun dewa segar, 20 gram temu putih, 30 gram jombang yang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum.
5.Jahe
Masuk angin: ambil jahe yang tua sebesar ibu jari, cuci bersih dan memarkan lalu direbus dengan air dua gelas, tambahkan gula aren secukupnya. Didihkan lebih kurang 1/4 jam. Angkat dan minum hangat-hangat. Sakit kepala atau migrain (sakit kepala sebelah): ambil jahe seibu jari, bakar lalu memarkan. Seduh dengan segelas air dan beri sedikit gula aren, minum sekaligus. Minum tiga kali sehari. Mencegah mabuk kendaraan: ambil jahe seibu jari, cuci dan iris tipis-tipis, lalu rebus dengan segelas air. Diminum hangat-hangat sebelum naik kendaraan. Terkilir: ambil jahe lebih kurang dua ruas. Cuci bersih lalu parut, tambahkan sedikit garam. Balurkan ramuan ini pada anggota tubuh yang terkilir. Lakukan dua kali sehari.
6.Jambu Biji
Diabetes Mellitus: 1 buah jambu biji setengah masak dibelah menjadi empat bagian dan direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, disaring, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Maag: 8 lembar daun jambu biji yang masih segar direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih, disaring, diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan sore. Diare dan Mencret: 5 lembar daun jambu biji, 1 potong akar, kulit dan batangnya, direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih, disaring, diminum 2 kali sehari pagi dan sore. Sakit Perut atau Diare pada bayi yang masih menyusui: jambu biji yang masih muda dan garam secukupnya, dikunyah oleh ibu yang menyusui bayi tersebut, airnya ditelan dan ampasnya dibuang. Masuk Angin: 10 lembar daun jambu biji yang masih muda, 1 butir cabai merah, 3 mata buah asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya. Semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih, disaring, diminum 2 kali sehari. Beser (sering kencing) berlebihan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 3 sendok bubuk beras yang digoreng tanpa minyak (sangan = Jawa), kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 2,5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, disaring, diminum tiap 3 jam sekali 3 sendok makan.
7.Jeruk Nipis
Jeruk nipis yang berkhasiat adalah jeruk nipis yang masih segar, berkulit tipis, serta berwarna hijau kekuningan. Air jeruk nipis dapat digunakan sebagai obat kumur pada penderita sakit tenggotokan. Bau harumnya membuat enak, sedap ketika kita berkumur. Kulitnya, bila ditahan di dalam mulut, bisa mengharumkan atau mengurangi bau mulut tak sedap dan mengatasi radang karena mengandung zat asam yang dapat mematikan kuman. Jeruk nipis juga dimanfaatkan untuk mengatasi disentri, sembelit, ambeien, haid tak teratur, difteri, jerawat, kepala pusing atau vertigo, suara serak, batuk, bau badan, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, ketombe, flu, demam, terlalu gemuk, amandel, penyakit anyang-anyangan (kencing terasa sakit), mimisan, dan radang hidung.
8.Keji Beling
Daun keji beling kerap digunakan untuk mengatasi tubuh yang gatal kena ulat atau semut hitam, caranya dengan mengoleskan langsung daun keji beling pada bagian yang gatal tersebut. Untuk mengatasi diare (mencret), disentri, seluruh bagian dari tanaman ini direbus, selama lebih kurang setengah jam, kemudian airnya diminum. Sama juga prosesnya untuk mengobati batu ginjal. Daun keji beling juga dapat mengatasi kencing manis dengan cara dimakan sebagai lalapan secara teratur setiap hari. Demikian pula untuk mengobai penyakit lever (sakit kuning), ambeien (wasir) dan maag dengan cara dimakan secara teratur.
9.Kemuning
Bisul: akar kemuning kering sebanyak 30 g dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas. Rematik, keseleo, memar: akar kemuning kering sebanyak 15 – 30 g dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Tambahkan arak dan air masing-masing 1,5 gelas, lalu direbus sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing gelas. Memar: Kemuning dan kaca piring, masing-masing daun segar, sama banyak, dicuci lalu digiling halus.Tambahkan sedikit arak sambil diaduk di atas api. Hangat-hangat ditempelkan pada bagian tubuh yang memar. Nyeri rematik sendi: akar kemuning dan akar tembelekan (Lantana camara) dicuci, tambahkan 3 pasang kaki ayam. Semua bahan dipotong-potong seperlunya lalu tambahkan air secukupnya sampai terendam. Semua bahan tersebut lalu ditim. Hangat-hangat lalu airnya diminum sekaligus. Sakit gigi: minyak yang keluar dari kulit batang kemuning yang dibakar diteteskan ke dalam gigi yang berlubang. Radang buah zakar: Daun kemuning segar sebanyak 60 g dan herba sambiloto sebanyak 35 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh. Infeksi saluran kencing: Daun kemuning segar sebanyak 35 g dicuci lalu tambahkan 3 gelas air bersih. Rebus sampai airnya tersisa separonya. Setelah dingin disaring dan diminum 3 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas. Datang haid tidak teratur: Daun kemuning dan daun pacar kuku (Lawsonia inermis) masing-masing bahan segar sebanyak 1/2 genggam, rimpang temulawak 1 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air bersih lalu direbus sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas. Kulit kasar: Daun kemuning segar sebanyak 30 g dicuci lalu ditumbuk sampai lumat. Tambahkan air bersih 1 gelas sambil diaduk rata. Bahan tersebut lalu dilulurkan pada kulit sebelum tidur.
10.Kencur
Influenza pada Bayi: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan dua lembar daun kemukus (lada berekor/cubeb). Kedua bahan tersebut ditumbuk halus, tambahkan beberapa sendok air hangat. Oleskan/bobokkan di seputar hidung. Sakit Kepala: 2-3 lembar daun kencur ditumbuk sampai halus. Oleskan (sebagai kompres/pilis) pada dahi. Keseleo: 1 potong rimpang kencur dan beras yang sudah direndam air. Ditumbuk halus dan diberi air secukupnya. Oleskan/gosokkan pada bagian yang keseleo sebagai bedak. Menghilangkan lelah: 1 rimpang besar kencur, 2 sendok beras digoreng tanpa minyak (sangan) dan 1 biji cabai merah. Semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Minum sekaligus dan ulangi sampai sembuh. Untuk pria dapat ditambah dengan 1 potong lengkuas dan tepung lada secukupnya. Radang Lambung: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dikupas sampai bersih dan dikunyah. Telan airnya, ampasnya dibuang. Minum 1 gelas air putih, dan diulangi sampai sembuh. Batuk: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari diparut, tambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring. Diminum dengan ditambah garam secukupnya. Memperlancar Haid: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 lembar daun trengguli, 1 biji buah cengkeh tua, adas pulawaras secukupnya. Kencur dicincang, dicampur dengan bahan lain dan direbus bersama dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring. Minum sekali sehari 2 cangkir.
2.Bawang putih
Untuk mengobati Flu dan Batuk. Makan bawang putih sebanyak-banyaknya segera setelah anda merasa sakit. Atau coba resep ini: Hancurkan bawang dan masukkan ke dalam susu dingin di dalam panci, lalu panaskan sekitar 1-2 menit, dan minum hangat-hangat. Bawang putih juga berkhasiat untuk mengobati: kolesterol, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan kanker, terutama kanker perut dan usus besar
3.Cengkeh
Untuk mengatasi muntah-muntah, sakit perut dan sakit tenggorokan adalah dengan menghaluskan cengkeh dan dicampur madu kemudian dimimum. Untuk mengatasi kolera, ambil 4 gram kuntum cengkeh dan 3 gelas air kemudian direbus sampai menjadi setengahnya.Untuk pengobatan asma, ambil 6 kuntum cengkeh dicampur 30 ml air dan sedikit madu, lakukan hal tersebut 3 kali sehari. Untuk mengatasi sakit gigi, sangrai 10 butir cengkeh sampai hangus. Giling sampai halus, masukkan kelubang gigi secukupnya, lalu tutup dengan kapas. Lakukan 2 kali sehari. Cara lain: sumbat gigi yang berlubang dengan kapas yang telah ditetesi minyak cengkeh. Untuk mengatasi sakit telinga, oleskan minyak cengkeh ke telinga yang terasa sakit dengan menggunakan katembat. Untuk mengatasi sakit kepala, campurkan cengkeh, garam dan susu.
4.Daun Dewa
Untuk mengatasi luka terpukul, tak datang haid, pendarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk, dan muntah darah. Seluruh tanaman daun dewa ditumbuk, atau direbus, lalu airnya diminum. Bila anak-anak mengalami kejang beri minum air dari satu batang daun dewa. Bagian daunnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kutil dan tumor. Untuk kutil haluskan daun dan ditempelkan pada bagian yang sakit dan biarkan hingga keesokkan harinya. Untuk mengatasi tumor, silakan makan daun dewa sebagai lalap. Untuk kanker buatlah ramuan dari 30 gram daun dewa segar, 20 gram temu putih, 30 gram jombang yang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum.
5.Jahe
Masuk angin: ambil jahe yang tua sebesar ibu jari, cuci bersih dan memarkan lalu direbus dengan air dua gelas, tambahkan gula aren secukupnya. Didihkan lebih kurang 1/4 jam. Angkat dan minum hangat-hangat. Sakit kepala atau migrain (sakit kepala sebelah): ambil jahe seibu jari, bakar lalu memarkan. Seduh dengan segelas air dan beri sedikit gula aren, minum sekaligus. Minum tiga kali sehari. Mencegah mabuk kendaraan: ambil jahe seibu jari, cuci dan iris tipis-tipis, lalu rebus dengan segelas air. Diminum hangat-hangat sebelum naik kendaraan. Terkilir: ambil jahe lebih kurang dua ruas. Cuci bersih lalu parut, tambahkan sedikit garam. Balurkan ramuan ini pada anggota tubuh yang terkilir. Lakukan dua kali sehari.
6.Jambu Biji
Diabetes Mellitus: 1 buah jambu biji setengah masak dibelah menjadi empat bagian dan direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, disaring, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Maag: 8 lembar daun jambu biji yang masih segar direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih, disaring, diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan sore. Diare dan Mencret: 5 lembar daun jambu biji, 1 potong akar, kulit dan batangnya, direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih, disaring, diminum 2 kali sehari pagi dan sore. Sakit Perut atau Diare pada bayi yang masih menyusui: jambu biji yang masih muda dan garam secukupnya, dikunyah oleh ibu yang menyusui bayi tersebut, airnya ditelan dan ampasnya dibuang. Masuk Angin: 10 lembar daun jambu biji yang masih muda, 1 butir cabai merah, 3 mata buah asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya. Semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih, disaring, diminum 2 kali sehari. Beser (sering kencing) berlebihan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 3 sendok bubuk beras yang digoreng tanpa minyak (sangan = Jawa), kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 2,5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, disaring, diminum tiap 3 jam sekali 3 sendok makan.
7.Jeruk Nipis
Jeruk nipis yang berkhasiat adalah jeruk nipis yang masih segar, berkulit tipis, serta berwarna hijau kekuningan. Air jeruk nipis dapat digunakan sebagai obat kumur pada penderita sakit tenggotokan. Bau harumnya membuat enak, sedap ketika kita berkumur. Kulitnya, bila ditahan di dalam mulut, bisa mengharumkan atau mengurangi bau mulut tak sedap dan mengatasi radang karena mengandung zat asam yang dapat mematikan kuman. Jeruk nipis juga dimanfaatkan untuk mengatasi disentri, sembelit, ambeien, haid tak teratur, difteri, jerawat, kepala pusing atau vertigo, suara serak, batuk, bau badan, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, ketombe, flu, demam, terlalu gemuk, amandel, penyakit anyang-anyangan (kencing terasa sakit), mimisan, dan radang hidung.
8.Keji Beling
Daun keji beling kerap digunakan untuk mengatasi tubuh yang gatal kena ulat atau semut hitam, caranya dengan mengoleskan langsung daun keji beling pada bagian yang gatal tersebut. Untuk mengatasi diare (mencret), disentri, seluruh bagian dari tanaman ini direbus, selama lebih kurang setengah jam, kemudian airnya diminum. Sama juga prosesnya untuk mengobati batu ginjal. Daun keji beling juga dapat mengatasi kencing manis dengan cara dimakan sebagai lalapan secara teratur setiap hari. Demikian pula untuk mengobai penyakit lever (sakit kuning), ambeien (wasir) dan maag dengan cara dimakan secara teratur.
9.Kemuning
Bisul: akar kemuning kering sebanyak 30 g dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas. Rematik, keseleo, memar: akar kemuning kering sebanyak 15 – 30 g dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Tambahkan arak dan air masing-masing 1,5 gelas, lalu direbus sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing gelas. Memar: Kemuning dan kaca piring, masing-masing daun segar, sama banyak, dicuci lalu digiling halus.Tambahkan sedikit arak sambil diaduk di atas api. Hangat-hangat ditempelkan pada bagian tubuh yang memar. Nyeri rematik sendi: akar kemuning dan akar tembelekan (Lantana camara) dicuci, tambahkan 3 pasang kaki ayam. Semua bahan dipotong-potong seperlunya lalu tambahkan air secukupnya sampai terendam. Semua bahan tersebut lalu ditim. Hangat-hangat lalu airnya diminum sekaligus. Sakit gigi: minyak yang keluar dari kulit batang kemuning yang dibakar diteteskan ke dalam gigi yang berlubang. Radang buah zakar: Daun kemuning segar sebanyak 60 g dan herba sambiloto sebanyak 35 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh. Infeksi saluran kencing: Daun kemuning segar sebanyak 35 g dicuci lalu tambahkan 3 gelas air bersih. Rebus sampai airnya tersisa separonya. Setelah dingin disaring dan diminum 3 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas. Datang haid tidak teratur: Daun kemuning dan daun pacar kuku (Lawsonia inermis) masing-masing bahan segar sebanyak 1/2 genggam, rimpang temulawak 1 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air bersih lalu direbus sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas. Kulit kasar: Daun kemuning segar sebanyak 30 g dicuci lalu ditumbuk sampai lumat. Tambahkan air bersih 1 gelas sambil diaduk rata. Bahan tersebut lalu dilulurkan pada kulit sebelum tidur.
10.Kencur
Influenza pada Bayi: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan dua lembar daun kemukus (lada berekor/cubeb). Kedua bahan tersebut ditumbuk halus, tambahkan beberapa sendok air hangat. Oleskan/bobokkan di seputar hidung. Sakit Kepala: 2-3 lembar daun kencur ditumbuk sampai halus. Oleskan (sebagai kompres/pilis) pada dahi. Keseleo: 1 potong rimpang kencur dan beras yang sudah direndam air. Ditumbuk halus dan diberi air secukupnya. Oleskan/gosokkan pada bagian yang keseleo sebagai bedak. Menghilangkan lelah: 1 rimpang besar kencur, 2 sendok beras digoreng tanpa minyak (sangan) dan 1 biji cabai merah. Semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Minum sekaligus dan ulangi sampai sembuh. Untuk pria dapat ditambah dengan 1 potong lengkuas dan tepung lada secukupnya. Radang Lambung: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dikupas sampai bersih dan dikunyah. Telan airnya, ampasnya dibuang. Minum 1 gelas air putih, dan diulangi sampai sembuh. Batuk: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari diparut, tambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring. Diminum dengan ditambah garam secukupnya. Memperlancar Haid: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 lembar daun trengguli, 1 biji buah cengkeh tua, adas pulawaras secukupnya. Kencur dicincang, dicampur dengan bahan lain dan direbus bersama dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring. Minum sekali sehari 2 cangkir.
Nasehat Kyai Hasan
Suatu ketika saat Kyai
Hasan sedang duduk-duduk di depan rumahnya, tiba-tiba ada jenazah
seorang laki-laki yang melintas menuju ke tempat pemakaman. Terlihat
olehnya dibelakang jenazah itu seorang gadis kecil beserta para
pengiring yang lain. Rambut gadis kecil itu tergerai dan tidak
henti-hentinya ia menangis. Segera saja Kyai Hasan membuntuti
iring-iringan jenazah tersebut dan mendekati gadis kecil yang masih
menangis tak henti-hentinya.
Tatkala
sudah dekat dengan gadis kecil itu, Kyai Hasan mendengar dengan jelas
rintihannya, “Wahai ayah, belum pernah selama hidupku aku mengalami
perasaan sedih seperti yang kualami sekarang ini”.
“Nak, belum pernah juga ayahmu mengalami kejadian yang menyusahkan seperti sekarang ini” sahut Kyai Hasan.
Setelah tiba di sebuah musholla, jenazah itu pun segera disholati dan kemudian dimakamkan. Usai acara pemakaman para pengantar pun segera kembali ke rumahnya masing-masing.
Esok harinya setelah setelah menjalankan shalat subuh Kyai Hasan kembali duduk-duduk santai di depan rumah. Namun selang beberapa lama kemudian, ia melihat seorang gadis kecil yang melintas depan rumahnya. Rupanya, ia adalah gadis yang kemarin ditinggal mati oleh ayahnya. Gadis kecil itu rupa-rupanya berjalan menuju tempat pemakaman.
Merasa ada gelagat yang kurang baik, segera Kyai Hasan mengikutinya dari kejauhan. Beliau ingin tahu apa sebenarnya yang ingin dikerjakan gadis kecil itu. Saat gadis kecil itu memasuki makam, Kyai Hasan mengintip dari tempat yang tersembunyi.
Tiba-tiba gadis itu memeluk nisan dan pipinya ditaruh diatas makam ayahnya, seraya berkata, “Wahai ayah, bagaimana tadi malam engkau menginap. Kemarin lusa aku masih mempersiapkan alas tidur untukmu. Lalu siapakah yang mempersiapkan alas tidurmu tadi malam? Kemarin lusa aku masih mempersiapkan lampu untuk menerangimu. Lalu siapakah gerangan yang mempersiapkan lampu untuk menerangimu tadi malam? Wahai ayah, ketika badanmu terasa pegal-pegal, seringkali aku memijat badanmu. Lalu siapa lagi sekarang yang akan memijat-mijatmu?”
“Wahai ayah” rintihnya kemudian, “Ketika engkau merasa haus, dengan segera aku mengambilkan minuman untukmu. Namun siapakah yang mengambilkan engkau minuman tadi malam? Ketika engkau merasa jemu dan penat tidur telentang, maka segera aku balikkan engkau agar nyaman. Namun siapakah tadi malam yang mau membalik tubuhmu agar nyaman?”
“Dengan perasaan belas kasih, kemarin aku masih memandangi wajahmu. Tapi sekarang siapa lagi yang akan memandangi wajahmu seperti itu? Saat engkau memerlukan sesuatu, engkau segera memanggilku. Tapi bagaimana dengan malam tadi, siapa yang engkau panggil? Bahkan kemarin lusa aku masih memasakkan makanan untukmu. Tapi masihkah engkau juga menginginkannya dan siapa yang akan menyiapkan makanan untukmu?”
“Nak, belum pernah juga ayahmu mengalami kejadian yang menyusahkan seperti sekarang ini” sahut Kyai Hasan.
Setelah tiba di sebuah musholla, jenazah itu pun segera disholati dan kemudian dimakamkan. Usai acara pemakaman para pengantar pun segera kembali ke rumahnya masing-masing.
Esok harinya setelah setelah menjalankan shalat subuh Kyai Hasan kembali duduk-duduk santai di depan rumah. Namun selang beberapa lama kemudian, ia melihat seorang gadis kecil yang melintas depan rumahnya. Rupanya, ia adalah gadis yang kemarin ditinggal mati oleh ayahnya. Gadis kecil itu rupa-rupanya berjalan menuju tempat pemakaman.
Merasa ada gelagat yang kurang baik, segera Kyai Hasan mengikutinya dari kejauhan. Beliau ingin tahu apa sebenarnya yang ingin dikerjakan gadis kecil itu. Saat gadis kecil itu memasuki makam, Kyai Hasan mengintip dari tempat yang tersembunyi.
Tiba-tiba gadis itu memeluk nisan dan pipinya ditaruh diatas makam ayahnya, seraya berkata, “Wahai ayah, bagaimana tadi malam engkau menginap. Kemarin lusa aku masih mempersiapkan alas tidur untukmu. Lalu siapakah yang mempersiapkan alas tidurmu tadi malam? Kemarin lusa aku masih mempersiapkan lampu untuk menerangimu. Lalu siapakah gerangan yang mempersiapkan lampu untuk menerangimu tadi malam? Wahai ayah, ketika badanmu terasa pegal-pegal, seringkali aku memijat badanmu. Lalu siapa lagi sekarang yang akan memijat-mijatmu?”
“Wahai ayah” rintihnya kemudian, “Ketika engkau merasa haus, dengan segera aku mengambilkan minuman untukmu. Namun siapakah yang mengambilkan engkau minuman tadi malam? Ketika engkau merasa jemu dan penat tidur telentang, maka segera aku balikkan engkau agar nyaman. Namun siapakah tadi malam yang mau membalik tubuhmu agar nyaman?”
“Dengan perasaan belas kasih, kemarin aku masih memandangi wajahmu. Tapi sekarang siapa lagi yang akan memandangi wajahmu seperti itu? Saat engkau memerlukan sesuatu, engkau segera memanggilku. Tapi bagaimana dengan malam tadi, siapa yang engkau panggil? Bahkan kemarin lusa aku masih memasakkan makanan untukmu. Tapi masihkah engkau juga menginginkannya dan siapa yang akan menyiapkan makanan untukmu?”

“Ucapkan pula, Nak.. Para ulama mengatakan bahwa seseorang yang sudah mati itu pasti akan ditanyai tentang keimanannya. Diantara mereka ada yang bisa menjawab dengan benar tapi ada juga yang tidak bisa menjawabnya sama sekali. Adakah ayah termasuk diantara mereka yang bisa menjawabnya?”
“Meraka juga menjelaskan bahwa sebagian jenazah itu ada yang dijepit oleh liang kuburnya sendiri hingga tulang rusuknya hancur berantakan, tapi adakalanya yang merasa liang kuburnya sangat luas sekali. Lalu bagaimana dengan keadaan kubur ayah sekarang ini?”
“Begitu juga ada keterangan yang menyebutkan bahwa kubur itu acapkali diganti dengan taman-taman surga. Tapi adakalanya yang diubah menjadi jurang neraka. Lalu bagaimana dengan kubur ayah sekarang?”
“Keterangan lain yang dikatakan para ulama adalah bahwa kubur itu acapkali memeluk penghuninya sebagaimana seorang ibu yang memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang. Tapi adakalanya yang mendapat marah dari kuburnya hingga menjepit sampai tulang belulangnya berserakan. Adakah kubur ayah sekarang marah ataukah sebaliknya, memeluk ayah dengan kasih sayang?”
“Demikian juga bahwa para ulama telah menjelaskan, ketika seseorang telah memasuki kuburnya, maka bila dia sebagai orang yang bertakwa, ia akan menyesal karena merasa ketakwaannya belum seberapa. Begitu juga dengan orang yang durhaka, mereka akan menyesal karena semasa hidupnya tidak mau berbuat kebajikan. Lantas apakah ayah tergolong mereka yang menyesal karena tidak pernah berbuat kebajikan ataukah mereka yang menyesal karena merasa ketakwaannya belumlah seberapa?”
“Wahai ayah, cukup lama aku memanggilmu, tapi engkau tidak menjawab sedikitpun panggilanku. Ya Allah…Janganlah kiranya Engkau menghalangi pertemuanku dengan ayah di akhirat kelak..”
Usai Kyai Hasan mengajari seperti itu, gadis kecil tersebut menolehkan kepalanya seraya berkata, “Kalimat-kalimat yang engkau ajarkan itu sungguh menyejukkan hatiku. Sehingga hatiku sekarang merasa lebih tenteram dan memalingkan aku dari kelalaian.”
Melihat gadis kecil itu sudah tenang hatinya, segera saja Kyai Hasan mengantarnya pulang. Demikianlah mudah-mudahan kisah ini ada hikmah dan pelajaran berharga yang bisa kita renungkan bersama. Amin
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
Lembaga Dakwah Islam Indonesia |
|
| Singkatan | LDII |
|---|---|
| Slogan | Serulah (semua manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan yang lebih baik |
| Pembentukan | 3 Januari 1972 |
| Jenis | Organisasi |
| Badan hukum | Organisasi Kemasyarakatan |
| Tujuan | Keagamaan dan sosial (Islam) |
| Kantor pusat | Jl.Arteri Tentara Pelajar no.28 Patal, Senayan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia |
| Lokasi | Indonesia |
| Wilayah layanan | Indonesia |
| Keanggotaan | 15 Juta |
| Bahasa resmi | Indonesia |
| Ketua Umum | Prof.DR.Ir.KH.Abdullah Syam,M.sc |
| Situs web | Official Website of LDII |
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berdiri sesuai dengan cita-cita para ulama perintisnya yaitu sebagai wadah umat Islam untuk mempelajari, mengamalkan dan menyebarkan ajaran Islam secara murni berdasarkan Alquran dan Hadis, dengan latar belakang budaya masyarakat Indonesia, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
[sunting] Sejarah Berdirinya LDII
Lembaga Dakwah Islam Indonesia pertama kali berdiri pada 3 Januari 1972 dengan nama Yayasan Lembaga Karyawan Islam (YAKARI). Pada Musyawarah Besar (Mubes) tahun 1981 namanya diganti menjadi Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI), dan pada Mubes tahun 1990, atas dasar Pidato Pengarahan Bapak Sudarmono, SH. Selaku Wakil Presiden dan Bapak Jenderal Rudini sebagai Mendagri waktu itu, serta masukan baik pada siding-sidang komisi maupun siding Paripurna dalam Musyawarah Besar IV LEMKARI tahun 1990, selanjutnya perubahan nama tersebut ditetapkan dalam keputusan, MUBES IV LEMKARI No. VI/MUBES-IV/ LEMKARI/1990, Pasal 3, yaitu mengubah nama organisasi dari Lembaga Karyawan Dakwah Islam yang disingkat LEMKARI yang sama dengan akronim LEMKARI (Lembaga Karate-Do Indonesia), diubah menjadi Lembaga Dakwah Islam Indonesia, yang disingkat LDII.[sunting] Badan Hukum LDII sebagai Ormas
[sunting] Motto LDII
Ada 3 Motto LDII, ialah :1. Yang artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu sekalian segolongan yang mengajak kepada kebajikan dan menyuruh pada yang ma’ruf (perbuatan baik) dan mencegah dari yang munkar (perbuatan tercela), mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (QS. Ali Imron, No. Surat: 3, Ayat: 104).
2. Yang artinya: “Katakanlah inilah jalan (agama) - Ku, dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah (dalil/dasar hukum) yang nyata. Maha suci Alloh dan aku tidak termasuk golongan orang yang musyrik”. (QS. Yusuf, No.Surat: 12, Ayat: 108).
3. Yang artinya: “Serulah (semua manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan yang lebih baik”. (QS. An-Nahl, No.Surat: 16, Ayat: 125).
[sunting] Tujuan LDII
Sesuai Anggaran Dasar Pasal 5 Ayat 2, LDII bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang Islami, serta turut serta dalam pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya, yang dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa guna mewujudkan masyarakat madani yang demokratis dan berkeadilan sosial berdasar Pancasila, yang diridhoi Allohu Subhaanahu Wa Ta’alaa.[sunting] Program Kerja LDII
Program Kerja DPP LDII mengacu kepada Catur Sukses LDII, yaitu :1. Sukses dalam peningkatan kinerja organisasi.
2. Sukses dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
3. Sukses dalam pemberdayaan potensi LDII.
4. Sukses dalam peran serta sosial dan kemasyarakatan.
[sunting] Kegiatan LDII dalam Bidang Pendidikan Keterampilan, Kepemudaan dan Olahraga
Dalam bidang Pendidikan Keterampilan, Kepemudaan dan Olahraga, LDII menyelenggarakan kursus keorganisasian, keterampilan, perkemahan pemuda, dan kegiatan Pramuka. Dalam bidang olahraga, di antaranya menyelenggarakan Pencak Silat Persinas ASAD (Ampuh Sehat Aman Damai) yang sudah menjadi anggota IPSI, sudah mengikuti turnamen Pencak Silat tingkat Nasional, turnamen sepak bola sampai tingkat Nasional dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda pada tahun-tahun 1991, 1994, dan 1996, 2000 dan 2002.[sunting] Peran LDII dalam Bidang Ekonomi
LDII peduli dan turut serta dalam pemberdayaan ekonomi rakyat dengan uji coba mengadakan kegiatan Usaha Bersama (UB) yang berbasis di tingkat Pimpinan Cabang ( PC) yang tersebar di seluruh Indonesia.[sunting] Metode Pengajaran LDII
LDII menggunakan metode pengajian tradisional, yaitu guru-guru yang berasal dari beberapa alumni pondok pesantren kenamaan, seperti: Pondok Pesantren Gontor di Ponorogo, Tebu Ireng di Jombang, Kebarongan di Banyuwangi, Langitan di Tuban, dll. Mereka bersama-sama mempelajari ataupun bermusyawaroh beberapa waktu terlebih dahulu sebelum menyampaikan pelajaran dari Alquran dan Hadis kepada para jama’ah pengajian rutin atau kepada para santriwan dan santriwati di pondok-pondok LDII, untuk menjaga supaya tidak terjadi kekeliruan dalam memberikan penjelasan tentang pemahaman Alquran dan Hadis. Kemudian guru mengajar murid secara langsung ( manquul ) baik bacaan, makna (diterjemahkan secara harfiyah), dan keterangan, dan untuk bacaan Alquran memakai ketentuan tajwid.Apakah yang Dimaksud dengan “Manquul?” “Manquul” berasal dari bahasa Arab, yaitu “Naqola-Yanqulu”, yang artinya “pindah”. Maka ilmu yang manquul adalah ilmu yang dipindahkan / transfer dari guru kepada murid. Dengan kata lain, Manqul artinya berguru, yaitu terjadinya pemindahan ilmu dari guru kepada murid. Dasarnya adalah sabda Rosulullohi Shollallohu Alaihi Wasallam, dalam Hadis Abu Daud, yang berbunyi:
Yang artinya: “Kamu sekalian mendengarkan dan didengarkan dari kamu sekalian dan didengar dari orang yang mendengarkan dari kamu sekalian”.
Dalam pelajaran tafsir, “Tafsir Manquul” berarti mentafsirkan suatu ayat Alquran dengan ayat Alquran lainnya, mentafsirkan ayat Alquran dengan Hadis, atau mentafsirkan Alquran dengan fatwa shohabat. Dalam ilmu Hadis, “manquul” berarti belajar Hadis dari guru yang mempunyai isnad (sandaran guru) sampai kepada Nabi Muhammad Shollallohu Alaihi Wasallam. Dasarnya adalah ucapan Abdulloh bin Mubarok dalam Muqoddimah Hadis Muslim, yang berbunyi: Yang artinya: “Isnad itu termasuk agama, seandainya tidak ada isnad niscaya orang akan berkata menurut sekehendaknya sendiri”.
Dengan mengaji yang benar yakni dengan cara manqul, musnad dan mutashil (persambungan dari guru ke guru berikutnya sampai kepada shohabat dan sampai kepada Rosulullohi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam), maka secepatnya kita dapat menguasai ilmu Alquran dan Hadis dengan mudah dan benar. Dengan demikian, kita segera dapat mengamalkan apa yang terkandung di dalam Alquran dan hadis sebagai pedoman ibadah kita. Dan sudah barang tentu penafsiran Alquran harus mengikuti apa yang telah ditafsirkan oleh Rosulullohi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam.
[sunting] Sumber Hukum LDII
Sumber hukum LDII adalah Alquran dan Hadis. Dalam memahami Alquran dan Hadis, ulama LDII juga menggunakan ilmu alat seperti ilmu nahwu, shorof, badi’, ma’ani, bayan, mantek, balaghoh, usul fiqih, mustholahul-hadits, dan sebagainya. Ibarat orang akan mencari ikan perlu sekali menggunakan alat untuk mempermudah menangkap ikan, seperti jala ikan. Perumpamaannya adalah seperti orang yang akan mencari jarum di dalam sumur perlu menggunakan besi semberani. Untuk memahami arti dan maksud ayat-ayat Alquran tidak cukup hanya dengan penguasaan dalam bahasa ataupun ilmu shorof. Alquran memang berbahasa Arab tapi tidak berarti orang yang mampu berbahasa Arab akan mampu pula memahami arti dan maksud dari ayat-ayat Al-Qur’an dengan benar. Penguasaan di bidang bahasa Arab hanyalah salah satu kemampuan yang patut dimiliki oleh seorang da’i atau muballigh, begitupun ilmu alat (nahwu shorof).Di LDII untuk memahami arti dan maksud dari ayat-ayat Alquran maka para da’i ataupun para muballigh / ghoh telah memiliki kemampuan-kemampuan sebagaimana berikut:
1. Ilmu balaghoh, yaitu ilmu yang dapat membantu untuk memahami dan menentukan mana ayat-ayat yang mansukh (diganti/ralat) dan mana ayat-ayat yang nasih (gantinya), dan mana ayat-ayat yang merupakan petunjuk larangan (pencegahan).
2. Ilmu asbabun nuzul, yaitu ilmu yang membahas sebab-musabab turunnya ayat-ayat Alquran. Dengan ilmu tersebut dapat diketahui situasi dan kondisi bagaimana dan kapan serta dimana ayat suci Alquran diturunkan.
3. Ilmu kalam, yaitu ilmu tauhid yang membicarakan tentang keesaan Alloh, sekaligus membicarakan sifat-sifat-Nya.
4. Ilmu qiro’at, yaitu ilmu yang membahas macam-macam bacaan yang telah diterima dari Rosulullohi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam (Qiro’atus Sab’ah).
5. Ilmu tajwid, yaitu ilmu yang membahas cara-cara yang benar dalam membaca Alquran.
6. Ilmu wujuh wan-nadzair, yaitu ilmu yang menerangkan kata-kata dalam Alquran yang mempunyai arti banyak.
7. Ilmu ghoribil Quran, yaitu ilmu yang menerangkan makna kata-kata yang ganjil yang tidak terdapat dalam kitab-kitab biasa atau tidak juga terdapat dalam percakapan sehari-hari.
8. Ilmu ma’rifatul muhkam wal mutasyabih, yaitu ilmu yang menerangkan ayat-ayat hokum dan ayat-ayat yang mutasyabihah.
9. Ilmu tanasubi ayatil Quran, yaitu ilmu yang membahas persesuaian/kaitan antara satu ayat dalam Alquran dengan ayat yang sebelum dan sesudahnya.
10. Ilmu amtsalil Quran, yaitu ilmu yang membahas segala perumpamaan atau permisalan.
[sunting] Aktivitas Pengajian LDII
LDII menyelenggarakan pengajian Al Qur'an dan Al Hadits dengan rutinitas kegiatan yang cukup tinggi. Di tingkat PAC (Desa/Kelurahan) umumnya pengajian diadakan 2-3 kali seminggu, sedangkan di tingkat PC (Kecamatan) diadakan pengajian seminggu sekali. Untuk memahamkan ajarannya, LDII mempunyai program pembinaan cabe rawit (usia prasekolah sampai SD) yang terkoordinasi diseluruh masjid LDII. Selain pengajian umum, juga ada pengajian khusus remaja dan pemuda, pengajian khusus Ibu-ibu, dan bahkan pengajian khusus Manula/Lanjut usia.Ada juga pengajian UNIK (usia nikah). Disamping itu ada pula pengajian yang sifatnya tertutup, juga pengajian terbuka . Pada musim liburan sering diadakan Kegiatan Pengkhataman Alquran dan hadis selama beberapa hari yang biasa diikuti anak-anak warga LDII dan non LDII untuk mengisi waktu liburan mereka. Dalam pengajian ini pula diberi pemahaman kepada peserta didik tentang bagaimana pentingnya dan pahalanya orang yang mau belajar dan mengamalkan Alquran dan hadis dalam keseharian mereka.LDII mengadakan berbagai forum tipe pengajian berdasarkan kelompok usia dan gender antara lain;
1. Pengajian kelompok tingkat PAC
Pengajian ini diadakan rutin 2 – 3 hari dalam seminggu di masjid-masjid, mushalla-mushala atau surau-surau yang ada hampir di setiap desa di Indonesia. Setiap kelompok PAC biasanya terdiri 50 sampai 100 orang jamaah. Materi pengajian di tingkat kelompok ini yaitu Quran (bacaan, terjemahan dan keterangan), hadis-hadis himpunan, dan nasihat agama. Dalam forum ini pula jamaah LDII diajari hafalan-hafalan doa, dalil-dalil Quran Hadis dan hafalan surat–surat pendek ALquran. Dalam forum pengajian kelompok tingkat PAC ini jamaah juga dikoreksi amalan ibadahnya seperti praktek berwudu dan salat.
2. Pengajian Cabe rawit
Pengembangan mental agama dan akhlakul karimah jamaah dimulai sejak usia dini. Masa kanak-kanak merupakan pondasi utama dalam pembentukan keimanan dan akhlak umat, sebab pada usia dini seorang anak mudah dibentuk dan diarahkan. Pengajian Cabe rawit diadakan setiap hari di setiap kelompok pengajian LDII dengan materi antara lain bacaan iqro’, menulis pegon, hafalan doa-doa, dan surat-surat pendek Alquran. Forum pengajian Caberawit juga diselingi dengan rekreasi dan bermain.
3. Pengajian Muda-mudi
Muda-mudi atau usia remaja perlu mendapat perhatian khusus dalam pembinaan mental agama. Pada usia ini pola pikir anak mulai berkembang dan pengaruh negatif pergaulan dan lingkungan semakin kuat. Karena itu pada masa ini perlu menjaga dan membentengi para remaja dengan kefahaman agama yang memadai agar generasi muda LDII tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat, dosa-dosa dan pelanggaran agama yang dapat merugikan masa depan mereka. Sebagai bentuk kesungguhan dalam membina generasi muda, LDII telah membentuk Tim Penggerak Pembina Generus (TPPG) yang terdiri dari pakar pendidikan dan ahli psikologi. Pembinaan generasi muda dalam LDII setidaknya memiliki 3 sasaran yaitu:
- Menjadikan generasi muda yang sholeh, alim (banyak ilmunya) dan fakih dalam beribadah.
- Menjadikan generasi muda yang berakhlakul karimah (berbudi pekerti luhur), berwatak jujur, amanah, sopan dan hormat kepada orang tua dan orang lain
- Menjadikan generasi muda yang tertib, disiplin, trampil dalam bekerja dan bisa hidup mandiri
Para wanita, ibu-ibu dan remaja putri perlu diberi wadah khusus dalam pembinaan keimanan dan peningkatan kepahaman agama, mengingat kebanyakan penghuni neraka adalah kaum ibu/wanita. Sabda Rasulullah SAW:
"Diperlihatkan padaku Neraka, maka ketika itu kebanyakan penghuninya adalah wanita." Hadis riwayat Bukhori dalam Kitabu al-Imaan
Selain itu banyak persoalan khusus dalam agama Islam menyangkut peran wanita dan para ibu. Haid, kehamilan, nifas, bersuci (menjaga najis), mendidik dan membina anak, melayani dan mengelola keluarga merupakan persoalan khusus wanita dan ibu-ibu. Disamping memberikan kerampilan beribadah forum pengajian Wanita / ibu-ibu LDII juga memberikan pengetahuan dan ketrampilan praktis tentang keputrian yang berguna untuk bekal hidup sehari-hari dan menunjang penghasilan keluarga.
5. Pengajian Umum
Pengajian umum merupakan forum gabungan antara beberapa jamaah PAC dan PC LDII. Pengajian ini juga merupakan wadah silaturahim antar jamaah LDII untuk membina kerukunan dan kekompakan antar jamaah.
Semua pengajian LDII bersifat terbuka untuk umum, siapapun boleh datang mengikuti setiap pengajian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
[sunting] Syarat untuk Menjadi Anggota LDII
Berdasar pada AD Pasal 10, syarat untuk menjadi anggota LDII adalah Warga Negara RI, yang :a. Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa,
b. Setia kepada Pancasila dan UUD 45,
c. Menyatakan diri dengan sukarela menjadi anggota LDII,
d. Menerima menyetujui dan sanggup taat terhadap keputusan musyawarah/rapat dan Peraturan Organisasi,
e. Bersedia mengikuti segala kegiatan sesuai dengan Program Kerja Organisasi.
Berdasarkan AD/ART organisasi tersebut bahwa sesungguhnya anggota LDII terdiri dari 2 (dua) kategori yaitu Katagori I Anggota LDII ; Yang kesehariannya sebagai struktural dalam kepengurusan LDII dari TK Pusat (nasional) Maupun Tingkat terbawah yaitu PAC (Kelurahan/Desa). Anggota tersebut dipilih oleh warganya berdasarkan hasil musyawarah. Kemudian masa baktinya selama 1 periode yaitu 5 tahun. Kepengurusan tersebut dapat dipilih kembali jika sudah selesai masa baktinya. Kategori II Warga LDII : mereka adalah bukan anggota LDII, mereka biasanya terdiri dari keluarga anggota LDII, ataupun warga negara Indonesia yang ingin secara sukarela belajar menuntut ilmu Alquran dan Hadis di Organisasi LDII. Mereka diberikan hak suara dalam organisasi.
[sunting] Pondok Pesantren LDII
Pondok Pesantren Walibarokah Burengan Banjaran Kediri adalah salah satu pondok pesantren besar di Indonesia. Ponpes ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran para santri. Secara umum dapat dikatakan bahwa Pondok Pesantren Walibarokah Burengan Banjaran Kediri memiliki kapasitas untuk menampung santri mukim sebanyak sekitar 2000 orang baik laki-laki maupun perempuan dan sekitar 50 orang pengurus dan guru pondok beserta keluarganya. Bangunan-bangunan pondok terletak di atas tanah seluas 3,4 hektar yang terdiri dari antara lain: kantor pondok 2 lantai, bangunan parkir 7 lantai, gedung Aula Wali Barokah 3 lantai, Gedung DMC Asrama Putra 50 kamar 3 lantai, Asrama Putri 70 kamar 3 lantai, Masjid Baitil A’la 3 lantai, Menara Agung setinggi 99 meter kubah berlapis emas seberat 60 kg, bangunan kamar tamu umum pria 2 lantai, kamar tamu umum wanita, kamar tamu Wisma Tenteram, Gedung Pengajian, Kantor Organisasi LDII, bangunan rumah para pengasuh dan pengajar, Unit Kesehatan Pria, Unit Kesehatan Wanita, Dapur Asrama, ruang makan tamu, ruang olah raga fitness, lapangan olah raga tenis lantai, dan berbagai unit bangunan lain seperti dapur kamar mandi, ruang tamu, dan sebagainya. Beberapa dari gedung-gedung itu penggunaanya diresmikan oleh para pejabat negara seperti Gedung Aula wali barokah diresmikan oleh Menteri Siswono Yudho Usodo.
[sunting] Sumber Pendanaan LDII
Di dalam membiayai segala macam aktivitasnya menurut ketentuan ART organisasi pasal 30, LDII mendapatkan dana dari sumbangan yang tidak mengikat. Sebagian besar dana sumbangan dikumpulkan dari warga LDII sendiri (swadana). Selain dari warganya, LDII juga menerima sumbangan dalam berbagai bentuk dari perorangan, pihak swasta maupun pemerintah Republik Indonesia[sunting] Referensi
- "AFTER NEW PARADIGM" - Catatan Para Ulama tentang LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia)
- Nuansa Persada
- Lantabur TV
- Antara News
- Situs Web Resmi Presiden Republik Indonesia - Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
[sunting] Pranala luar
Rabu, 09 November 2011
SEPUTAR LDII
Lembaga Dakwah Islam Indonesia disingkat
LDII adalah sebuah organisasi islam di Indonesia. Sebelumnya sejak
tanggal 13 Januari 1972 organisasi ini bernama LEMKARI. Pada tahun 1990
saat berlangsungnya Musyawarah Besar LEMKARI ke IV di Asrama Haji Pondok
Gede Jakarta, oleh Rudini, Menteri Dalam Negeri saat itu, organisasi
ini diubah namanya menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dengan
alasan agar namanya tak tertukar dengan Lembaga Karatedo Indonesia yang
juga memakai nama LEMKARI. LDII saat ini dipimpin oleh Ketua Umumnya
Prof.Riset.Dr.Ir. KH. Abdullah Syam, MSc yang memiliki perwakilan di
setiap provinsi dan 407 DPD Kota/Kabupaten, 4500 PC dan ribuan masjid
yang tersebar di seluruh nusantara. Jumlah pengikut LDII menurut data
statistik organisasi antara 25-29 juta jiwa di seluruh dunia. Pemerintah
RI dan MUI juga mengakui bahwa warga LDII memiliki budiluhur yang baik
dan menghormati hukum.
Metode Pengajaran LDII
Di dalam mengajarkan ilmu Alqu’ran dan Alhadits, LDII tidak menggunakan sistim kelas seperti pada umumnya. Metode penyampaian guru membacakan Al Quran,mengartikannya secara kata per kata dan menafsirkannya dengan dasar penafsiran dari hadits yang berkaitan dan penjelasan beberapa ahli tafsir, misalnya tafsir Ibn Katsir. Murid-murid mencatat arti kata-per kata di Al Qurannya dan juga penjelasan tafsirnya. Untuk AL Hadits cara yang sama diajarkan, dimana guru dan murid sama-sama memgang hadits yang sama dan melakukan kajian. Hadits yang dipelajari adalah utamanya hadits kutubussittah (Bukhori, Muslim, Abu Dawud, Nasai, Timidzi, Ibn Majah) dan juga hadits lainnya seperti Malik al Muatho, dan musnad Ahmad., disamping itu mereka juga mempelajari himpunan hadit sesuai temanya, sepeti kitab sholat yang berisi tatacara sholat sesuai ajaran Nabi Muhammad yang tertulis dalam beberapa sumber hadits, kitab puasa (shoum), kitab manasik haji, dan lain-lain. Dengan mempelajari hadits secara langsung dari kitab aslinya berarti secara langsung mengetahui suatu hadits apakah shohih atau lemah, sehingga terhindar dari rusaknya ilmu dan amal mereka.
Di dalam mengajarkan ilmu Alqu’ran dan Alhadits, LDII tidak menggunakan sistim kelas seperti pada umumnya. Metode penyampaian guru membacakan Al Quran,mengartikannya secara kata per kata dan menafsirkannya dengan dasar penafsiran dari hadits yang berkaitan dan penjelasan beberapa ahli tafsir, misalnya tafsir Ibn Katsir. Murid-murid mencatat arti kata-per kata di Al Qurannya dan juga penjelasan tafsirnya. Untuk AL Hadits cara yang sama diajarkan, dimana guru dan murid sama-sama memgang hadits yang sama dan melakukan kajian. Hadits yang dipelajari adalah utamanya hadits kutubussittah (Bukhori, Muslim, Abu Dawud, Nasai, Timidzi, Ibn Majah) dan juga hadits lainnya seperti Malik al Muatho, dan musnad Ahmad., disamping itu mereka juga mempelajari himpunan hadit sesuai temanya, sepeti kitab sholat yang berisi tatacara sholat sesuai ajaran Nabi Muhammad yang tertulis dalam beberapa sumber hadits, kitab puasa (shoum), kitab manasik haji, dan lain-lain. Dengan mempelajari hadits secara langsung dari kitab aslinya berarti secara langsung mengetahui suatu hadits apakah shohih atau lemah, sehingga terhindar dari rusaknya ilmu dan amal mereka.
Metode pemaknaan perlafadz itulah yang
membuat para anggota LDII banyak menguasai kata-kata arab yang sangat
berguna dalam kehidupan beragama. Misalnya mereka dapat mengerti apabila
sedang membaca Al Quran tanpa harus mempelajari ilmu bahasa arab atau
ilmu alat (nawnu, shorof) karena ulama LDII beranggapan bahwa
pencerdasan ilmu Al Quran bukan hanya milik ulama tetapi untuk semua
orang, karena memang AL Quran diturunkan untuk seluruh umat manusia
bukan hanya untuk ulama tertentu. Semoga Allah Ta’ala memberi petunjuk
pada kita semua.
Aktivitas Pengajian LDII
LDII menyelenggarakan pengajian dengan rutinitas kegiatan yang cukup tinggi karena Al Qur’an dan Al Hadits itu merupakan bahan kajian yang cukup banyak dan luas. Di tingkat PAC umumnya pengajian diadakan 2-3 kali seminggu, sedangkan di tingkat PC diadakan pengajian seminggu sekali. Untuk memahamkan agama islam yang sesuai dengan qur’an dan hadist, LDII mempunyai program pembinaan cabe rawit (usia prasekolah sampai SD) yang terkoordinir diseluruh masjid LDII. Selain pengajian umum, juga ada pengajian khusus remaja dan pemuda, pengajian khusus Ibu-ibu, dan bahkan pengajian khusus Manula/Lanjut usia.Ada juga pengajian UNIK (usia nikah) Disamping itu ada pula pengajian secara umum kepada masyarakat yang ingin belajar Al-qur’an dan hadits. Pada musim liburan sering diadakan Kegiatan Pengkhataman Al-qur’an dan hadits selama beberapa hari yang biasa diikuti anak-anak warga LDII untuk mengisi waktu liburan mereka. Dalam pengajian ini pula diberi pemahaman kepada seluruh warga LDII tentang bagaimana pentingnya dan pahalanya orang yang mau belajar dan mengamalkan Al-qur’an dan hadits dalam keseharian mereka.
LDII menyelenggarakan pengajian dengan rutinitas kegiatan yang cukup tinggi karena Al Qur’an dan Al Hadits itu merupakan bahan kajian yang cukup banyak dan luas. Di tingkat PAC umumnya pengajian diadakan 2-3 kali seminggu, sedangkan di tingkat PC diadakan pengajian seminggu sekali. Untuk memahamkan agama islam yang sesuai dengan qur’an dan hadist, LDII mempunyai program pembinaan cabe rawit (usia prasekolah sampai SD) yang terkoordinir diseluruh masjid LDII. Selain pengajian umum, juga ada pengajian khusus remaja dan pemuda, pengajian khusus Ibu-ibu, dan bahkan pengajian khusus Manula/Lanjut usia.Ada juga pengajian UNIK (usia nikah) Disamping itu ada pula pengajian secara umum kepada masyarakat yang ingin belajar Al-qur’an dan hadits. Pada musim liburan sering diadakan Kegiatan Pengkhataman Al-qur’an dan hadits selama beberapa hari yang biasa diikuti anak-anak warga LDII untuk mengisi waktu liburan mereka. Dalam pengajian ini pula diberi pemahaman kepada seluruh warga LDII tentang bagaimana pentingnya dan pahalanya orang yang mau belajar dan mengamalkan Al-qur’an dan hadits dalam keseharian mereka.
Setiap bulan Ramadhan, terutama pada 10
hari terakhir bulan ramadhan, seluruh masjid LDII selalu penuh sesak
digunakan oleh masyarakat beribadah non-stop mulai jam setengah delapan
malam (sehabis sholat Isya’) hingga sebelum subuh (sekitar pukul
setengah empat pagi) untuk mencari Lailatul Qadar.
Sumber Pendanaan LDII
Didalam membiayai segala macam aktivitasnya menurut ketentuan ART organisasi pasal 35, LDII mendapatkan dana dari sumbangan sah dan tidak mengikat yang sebagian besar dikumpulkan secara sukarela dari warga LDII sendiri (swadana) tanpa paksaan apapun. Selain dari warganya, LDII juga menerima sumbangan dalam berbagai bentuk dari pemerintah RI, swasta maupun perorangan.
KontroversiDidalam membiayai segala macam aktivitasnya menurut ketentuan ART organisasi pasal 35, LDII mendapatkan dana dari sumbangan sah dan tidak mengikat yang sebagian besar dikumpulkan secara sukarela dari warga LDII sendiri (swadana) tanpa paksaan apapun. Selain dari warganya, LDII juga menerima sumbangan dalam berbagai bentuk dari pemerintah RI, swasta maupun perorangan.
Gerakan LDII merupakan lembaga yang berusaha membangun peradaban Islam berdasarkan tuntunan Al-quran dan Al-hadits tetapi menuai banyak kontroversi dan dianggap sesat oleh beberapa aliran Islam lainnya akibat kesalahpahaman yang sering terjadi akibat rendahnya pengetahuan masyarakat tentang aktivitas pengajian LDII [1], terutama dengan tuduhan mereka terhadap adanya doktrin-doktrin LDII yang diduga tidak sesuai dengan ajaran Islam seperti penghalalan harta kelompok lain di luar kelompok mereka untuk diambil (padahal tidak benar), konsep manquul pada pembelajarannya, pembayaran denda sebagian harta untuk menebus dosa, dan lain-lain. Pihak LDII sendiri membantah hal tersebut dan menuduhnya sebagai propaganda untuk menjatuhkan LDII. Hal tersebut dapat dilihat pada terbitnya buku berjudul “Islam Jama’ah : Di Balik Pengadilan Media Massa”
PENYAKIT ZAMAN AKHIR
Istilah
wahan diungkapkan oleh Nabi saw-tatkala menjelaskan kondisi umat
manusia di masa akan datang. Penyakit wahan ini menjadi penyebab utama
segala keburukan dan keterpurukan umat Islam sehingga karenanya mereka
menjadi bulan-bulanan musuh-musuh islam. Bahkan lebih tragis lagi, Nabi
saw mengibaratkan mereka laksana makanan yang menjadi rebutan
orang-orang rakus yang kelaparan.
Dari
Tsauban radliyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah saw bersabda, "Akan
datang suatu masa, di mana bangsa-bangsa akan mengeroyok kalian seperti
orang-orang rakus memperebutkan makanan di atas meja.
Ada seorang yang bertanya, 'Apakah karena pada saat itu jumlah kami sedikit?'
Rasulullah
saw menjawab: 'Tidak, bahkan kamu pada saat itu mayoritas, akan tetapi
kamu seperti buih di atas permukaan air laut. Sesungguhnya Allah telah
mencabut rasa takut dari musuh-musuh kalian, dan telah mencampakkan
penyakit al wahan pada hati kalian'.
Seorang sahabat bertanya: 'Ya Rasulallah, apa penyakit al wahan itu?.'
Rasulullah saw-menjawab: 'Al Wahan adalah penyakit cinta dunia dan takut mati' ". (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan lainnya)
Sebab-sebab Wahan
Penyakit
wahan timbul karena merasuknya cinta kepada dunia ke dalam hati
manusia, seperti cinta berlebih kepada harta, benda, tahta, wanita, dan
lainnya. Dari kecintaan dunia yang sangat berlebih nantinya akan
melahirkan mental pengecut yang takut mati.
Cinta
dunia dan takut mati saling berkait, laksana satu paket. Keduanya
menjadi penyebab kehinaan dalam agama di hadapan musuh. Semoga Allah
melindungi kita darinya.
Akibat
dari penyakit wahan akan menumbuhkan keengganan berjuang dan berjihad
untuk mempertahankan iman dan memperjuangkan agama. Padahal meninggalkan
jihad merupakan sebab keterpurukan umat ini. Rasulullah saw bersabda:
"Jika
kalian berdagang dengan sistem 'inah (salah satu bentuk riba), kalian
ridha dengan peternakan, kalian ridha dengan pertanian dan kalian
meninggalkan jihad maka Allah timpakan kepada kalian kehinaan yang tidak
akan dicabut sampai kalian kembali kepada agama kalian." (HR. Ahmad,
Abu Daud dan yang lainnya, dishahihkan oleh Al-Albani dalam al Silsilah,
No. 11)
hadits
ini menyimpulkan bahwa dalam hadits terdapat celaan dan ancaman bagi
orang yang sibuk dengan pertanian dan peternakannya di saat musim jihad.
Dari situ dapat disimpulkan bahwa di antara dimaksud dengan Dien (yang
menjadi solusi dengan kembali padanya) dalam hadits ini adalah Jihad.
Karena shalat, zakat, puasa, haji dan dzikir tidak akan mampu mengangkat
umat ini dari kehinaan. Semua ibadah ini memang merupakan bagian dari
Ad-Dien dan mempunyai peran penting, dalam melenyapkan kehinaan ini.
Manusia
pada dasarnya ingin kaya, pangkat tinggi, memiliki pangaruh yang besar,
terkenal di mana-mana, dan mempunyai istri yang cantik. Manakala
seseorang telah mencapai keinginannya sementara aturan-aturan Allah
tidak dipergunakan dalam mengatur dan mengendalikan kekayaan dunianya,
maka inilah yang disebut materialistis, alias cinta dunia.
Faham
materilisme ini sama sekali tidak dibolehkan dalam ajaran Islam, bahkan
adalah merupakan musuh Islam yang tergolong utama. Faham ini merupakan
warisan dari Iblis la'natullahi'alaihi, yang memang kehadiran dan
keberadaanya di dalam diri hanya untuk menggoda agar manusia rusak,
sehingga (pada akhirnya kelak) menjadi penghuni neraka bersama Iblis.
Kepada
Iblis Allah Subhanahu wa Ta'ala bertanya: "Apakah yang menghalangimu
sujud kepada Adam?" Iblis menjawab: "Aku lebih baik daripada Adam.
Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau menciptakannya dari tanah ?"
(QS.Al-A'raaf: 12).
Setidaknya ada empat hal yang menyebabkan timbulnya penyakit wahan di masyarakat muslim, yakni:
1.
Kaum muslimin banyak yang belum memahami karakteristik ajaran Islam itu
sendiri. Akibatnya, dengan mudah mereka menerima faham-faham yang tidak
sesuai ajaran Islam. Mereka hanya menerima hal-hal yang sesuai dengan
tuntutan hawa nafsunya. Sedangkan hal-hal yang jelas berdasarkan
prinsip-prinsip ajaran Islam dilihat dan disikapinya sebagai suatu beban
dan menyusahkan kehidupan. Mereka merasa ragu dan telah phobi terhadap
Islam.
2.
Pengaruh racun berpikir yang disuntikan sejak lama oleh musuh-musuh
Islam terhadap kaum muslimin. Proses pencekokan tersebut berlangsung
dengan demikian halus dan terorganisir, sehingga umat Islam menjadi
lemah dan terpecah-pecah. Hal itu sesungguhnya amat kita lihat dan
rasakan.
3.
Kekuasaan militer, politik dan pemerintahan yang tidak berada di tangan
kaum muslim sehingga urusan umat Islam diserahkan kepada orang-orang
kafir lagi fujur, fasik dan munafik. Mereka mengangkangi kaum muslimin
dalam berbagai bidang.
4.
Untuk mewujudkan cita-citanya musuh-musuh Islam (Yahudi dan Nasrani)
merancang taktik strategi untuk menghadapi umat Islam. Mereka
memanfaatkan kekayaan, ilmu pangetahuan, dan teknologi yang mereka
miliki untuk menghadapi dan memperdaya umat Islam. Sehingga situasi dan
kondisi dunia lslam benar-benar dalam keadaan lemah, terbelakang,
terpecah-pecah, dan malah sesama umat Islam itu sendiri saling beradu
dan bermusuhan.
Membasmi Penyakit Wahan
Penyakit
wahan ini bisa diatasi dengan jalan bertaubat kepada Allah Subhanahu wa
Ta'ala dan kembali kepada tuntunan ajaran Islam.Mereka yang merasa
bahwa penyakit ini telah menghinggapi dirinya hendaklah melakukan
langkah-langkah berikut :
1.
Meningkatkan keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan hari akhir,
sampai pada derajat yakin. Dengan keyakinan ini penyakit cinta dunia
atau takut mati akan hilang.
"Ketahuilah,
bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu
yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta
berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang
tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi
kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di
akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta
keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan
yang menipu." (QS. Al Hadid:20)
2. Selalu mengkaji dan memahami ajaran Islam, terutama bidang akidah, yang merupakan inti ajaran Islam.
"Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang Hak) melainkan Allah." (QS.Mubammad: 19)
3.
Menghayati perspektif Islam terhadap konsep kebahagiaan dunia dan
akhirat. Sesungguhnya Islam tidak mengharamkan dunia dan perhiasannya,
akan tetapi menjadikannya sebagai alat untuk mencapai kehidupan dan
kebahagjaan akhirat.
4.
Meningkatkan dan memantapkan ibadah dan pendekatan diri kepada Allah
Subhanahu wa Ta'ala. Dengan demikian maka sifat qana'ahnya muncul dan
menjadi citra diri dan kehidupannya. Rasa syukurnya semakin meningkat,
dan tawadhu (rendah hati) akan menjadi benteng dan sekaligus penghias
dirinya.
"Apa
yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah
kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang
yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan." (QS An-Nahl:96).
5.
Berjihad di jalan Allah dengan segenap kemampuannya yang ada. Karena
orang yang berjihad telah menjual diri dan hartanya kepada Allah dengan
surga. Dan ini adalah sebesar-besar ketundukan kepada-Nya dan
sebesar-besar pengorbanan untuk-Nya. Maka tepat sekali jika Allah
menjamin hidayah bagi orang yang benar dalam jihadnya.
"Dan
orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar
akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya
Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS.
Al-Furqaan :52)
IDUL QURBAN 2011
idul adha kali ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya,
+ 100 hewan di korbankan oleh jama'ah LDII Bontang
smg amal ibadah diterima disisi Alloh swt.
"ujar salah satu ustadz/mubaligh yg tidak mau disebutkan namanya."
KEUTAMAAN MENYEMBELIH HEWAN QURBAN
1
"Qoola rosuululloohi shollalloohu ‘alaihi wasallama maa min ayyaamin al-‘amalush-shoolihu fiihaa ahabbu ilalloohi min haadzihil ayyaami ya’nii ayyaamal ‘asyro qooluu yaa rosuulaloohi walaal jihaadu fii sabiilillaahi qoola walal jihaadu fii sabiilillaahi illaa rojulun khoroja binafsihi wamaalihi falam yarji’ min dzaalika bisyai-in
Rosulullohi Shollalloohu Alaihi Wasallam bersabda: “Tiada hari beramal sholeh dalam hari itu yang paling disenangi Alloh daripada hari ini yakni hari tanggal 10 Dzul Hijjah”. Mereka berkata: “Bukankah berjihad di dalam jalan Alloh ? Rosululloh bersabda: “Bukan berjihad di dalam jalan Alloh, melainkan seorang laki-laki yang keluar (ke medan perang) dirinya dan hartanya lalu dia tidak pulang dengan sesuatu pun (pulang tinggal namanya: dirinya mati, hartanya habis). (HR. Abu Daud).
2. ‘An ‘aa-isyata anna rosuulalloohi shollalloohu ‘alaihi wasallama qoola maa aadamiyyu min ‘amalin yauman nahri ahabba ilalloohi min ahrooqid dami innahaa lata’tii yaumal qiyaamati biquruunihaa wa asya’aarihaa wa-adhzlaafihaa wa innad-dama layaqo’u minalloohi bimakaanin qobla an yaqo’a minal ardhi fathiibuu bihaa nafsaa(n)"
Artinya: "Dari Aisyah, sesungguhnya Rosulallohi Shollalloohu Alaihi Wasallam bersabda: “Tiada amalan anak cucu Adam pada hari menyembelih qurban (tanggal 10 Dzul Hijjah) yang paling disenangi Alloh daripada mengalirkan darah (berqurban). Sesungguhnya hewan qurban itu kelak pada hari Kiamat niscaya datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, kuku-kuku kakinya. Dan sesungguhnya darah niscaya jatuh di suatu tempat di sisi Alloh sebelum darah itu jatuh di bumi, maka bersenang hatilah kamu dengan qurban”. (HR. Tirmidzi)
3. "Man dhoh-haa thoyyibatan bihaa nafsuhu muhtasiban li-udh-hiyatihi kaanat lahu hijaaban minan-naari"
artinya: "Barangsiapa yang berqurban dengan senang hati lagi mencari fahala pada sembelihan qurbannya, maka hewan qurbannya itu akan menjadi penghalang baginya dari api neraka." (HR. Thobrooni).
4. "Annal udh-hiyata laisat biwaajibatin walaakinnahaa sunnatun min sunnanin nabiyyi shollalloohu ‘alaihi wasallama yustahabbu an yu’mala bihaa"
artinya: "Sesungguhnya berqurban itu tidak wajib, tapi merupakan sunnah yaitu sunnahnya Nabi Shollalloohu Alaihi Wasallam, sangat disenangi bila qurban itu diamalkan". (HR. Tirmidzi).
5. ‘Anibni umaro qoola aqooma rosuululloohi shollalloohu ‘alaihi wasallama bil madiinati ‘syro siniina yudhoh-hii"
artinya: "Dari Ibni Umar, Ibni Umar berkata: “Rosulullohi Shollalloohu Alaihi Wasallam bermukim (bertempat tinggal) di Madinah 10 tahun menyembelih qurban terus”. (HR. Tirmidzi).
6. "Walbudna ja’alnaahaa lakum min syaa’aa-irillaahi lakum fiihaa khoirun fadzkurusmallooha ‘alaihaa showaafa fa-idzaa wajabat junuubuhaa fakuluu minhaa wa-ath’imulqooni’a walmu’tarro kadzaalika sakh-khornaahaa lakum la’al-lakum tasykuruuna lan yanaalallooha luhuumuhaa walaa dimaa-uhaa walaakin yanaaluhut-taqwaa minkum kadzaalika sakh-khorohaa lakum litukabbirullooha ‘alaa maa hadaakum wabasy-syiril muhsiniina"
artinya: “Dan unta-unta yang telah Kami (Alloh) jadikan itu untuk kamu termasuk syi’ar (sebahagian dari tanda-tanda kebesaran) Alloh, kamu memperoleh kebaikan yang banyak di dalamnya. Maka sebutlah nama Alloh ketika kamu atas (menyembelih) nya keadaan berdiri. Maka ketika lambungnya telah roboh (mati), lalu makanlah dari sebahagiannya dan memberilah makan orang yang tidak meminta dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu agar kamu bersyukur. Daging-daging unta dan darahnya itu tidak akan sampai pada Alloh (Alloh tidak butuh daging dan darah qurban), tapi ketaqwaan kamu yang akan sampai kepada-Nya. Demikianlah Alloh telah menundukkannya kepada kamu supaya kamu membesarkan kepada Alloh atas apa-apa yang telah Alloh tunjukkan kepada kamu (bertakbiran). Dan memberilah khabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Hajj, No. Surat 22 Ayat 36-37).
Langganan:
Postingan (Atom)